Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Pengasong di Kereta Eksekutif

Purnawan Kristanto's picture

Beberapa bulan terakhir ini saya sering bepergian ke Jakarta dan Tasikmalaya menggunakan kereta api. Meski sebenarnya punya uang pas-pasan, saya memilih menggunakan kereta eksekutif supaya saya bisa beristirahat dan menjadi bugar ketika sampai tujuan. Dengan begitu, saya langsung bisa melakukan berbagai macam aktivitas di tempat tujuan.
Dalam UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen, ayat 4d,  dinyatakan bahwa konsumen punya hak untuk “didengar pendapat dan keluhannya.” Sehubungan dengan itu, saya ingin menggunakan hak itu. Saya ingin memberikan masukan kepada PT KAI:


1. Kaca Pecah

Beberapa kali saya melihat kaca jendela kereta api yang retak akibat lemparan batu warga. Ketika saya meraba kaca itu dari sebelah dalam, saya memang tidak merasakan retakan itu. Saya tidak tahu mengapa bisa begitu. Saya menduga ada dua lapis kaca di jendela penumpang. Meskipun tidak berbahaya, namun kaca yang retak itu bisa menciptakan citra buruk, terutama jika dilihat oleh orang asing.

Kaca Pecah. Foto: purnawankristanto

Mengapa masiha ada warga yang melempari kereta? Apakah karena kecemburuan sosial? Kelihatannya bukan karena kecemburuan sebab teman saya menceritakan bahwa kereta bisnis pun tidak luput dari lemparan batu. “Bahkan pernah ada yang melemparkan mercon dan meledak di dalam gerbong,” ungkap teman saya, “untungnya nggak kena orang.”
Bagaimana mengatasi aksi pelemparan baru? Saya kira pendekatan keamanan bukan pilihan yang tepat karena PT KAI tidak mungkin menempatkan penjaga di sepanjang rel KA. Saya mengusulkan supaya PT KAI melakukan kajian sosial yang komprehensif untuk mengetahui penyebab aksi kekerasan ini.

2. Penghapusan Makan Gratis
Mulai 1 Agustus 2009, PT KAI tidak lagi memberikan makanan gratis pada penumpang kereta api. namun tidak ada konsistensi alasan penghapusan ini. Menurut Vice President Public Relations PT Kereta Api (Persero) Adi Suryatmini,”Tujuan utama penghapusan tuslah makanan dan minuman sehingga tarif KA turun adalah meningkatkan daya kompetisi tarif dari angkutan kereta dibanding angkutan lain.” Dengan penghapusan makanan gratis maka harga tiket bisa diturunkan Rp. 5.000 s/d Rp. 20.000,-

Pramugari menawarkan makanan. foto: purnawankristanto

Akan tetapi, pada berita yang lain, PT KAI menyampaikan  alasan yang berbeda. Alasan ini juga diputar berulang-ulang dalam iklan video di kereta, yaitu bahwa penghapusan makan gratis ini supaya “penumpang lebih leluasa memilih menu makanan.” Mengapa PT KAI mengubah alasan ini? Jika dihitung-hitung, uang yang dikeluarkan oleh konsumen justru akan lebih besar. Meski tiket diturunkan Rp. 20.000 (maksimal), namun penumpang harus mengeluarkan uang ekstra untuk memesan makanan di restorasi KA. Sebagai perbandingan, untuk menu sederhana seperti nasi goreng+segelas teh manis, pihak KA mematok harga Rp. 20.0000,- .
Konsumen memang bisa membawa makanan dari rumah. Tapi untuk penumpang yang tidak berangkat dari rumah maka hal ini akan menjadi problem tersendiri. Sebagai contoh, jika membeli makanan dari stasiun Gambir, maka harganya juga tidak jauh berbeda.
Itu sebabnya, alasan bahwa penghapusan ini untuk menurunkan tarif tiket kereta api sebenarnya hanya strategi bisnis saja. PT KAI sebenarnya ingin meraup untung dengan menjual masakan di atas kereta api.


Menu Kereta Taksaka sebelum dihapus (sumber:http://i1023.photobucket.com/albums/af357/Mrawan_jr/taksaka.jpg)

Dalam UU Perlindungan Konsumen, pasal 7b, pelaku usaha punya kewajiban untuk “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberikan penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.” Dalam hal makanan gratis ini, maka PT KAI wajib memberikan keterangan yang benar tentang alasan penghapusan makanan gratis di atas kereta.

3. Pengasong
Konon salah satu kelebihan kereta eksekutif adalah bebas dari pengasong. Kereta api eksekutif selalu berhenti di stasiun Purwokerto dan Cirebon. Biasanya pedagang hanya menawarkan dagangan di sebatas pintu masuk. Kenyataanya? Mata kamera saya menangkap momen pegasong masuk dalam gerbong kereta Argo Lawu ketika berhenti di stasiun Cirebon, 4 Oktober 2010. Tidak ada petugas dari KA yang berusaha menghalau pengasong itu.

Pengasong masuk gerbong eksekutif. foto: purnawankristanto

Melihat itu, saya segera mengambil kamera dan merekam momen itu. Begitu tahu bahwa sedang dipotret, pengasong ini segera menutupi wajahnya dengan dagangannya. Selesai menawarkan dagangan pada pemumpang di depan saya, pengasong ini segera menghampiri saya. Dia  menawarkan dagangannya, yang kemudian saya tolak. Dia berlalu sambil menggerutu: “Huh, sudah motret, tapi nggak mau beli.” Saya sempat cemas juga. Jangan-jangan dia akan melakukan kekerasan karena saya potret tadi. Untungnya, kereta segera berangkat, sehingga dia buru-buru turun dari kereta.

4. Stop Kontak Listrik

Selain kritikan, saya juga ingin memberikan apresiasi terhadap PT KAI untuk pemasangan stop kontak di samping kursi penumpang. Meski pun nampak sederhana, tapi inovasi ini memiliki fungsi yang sangat signifikan. Hampir semua penumpang kereta eksekutif memiliki handphone.  Pada waktu tertentu, daya di baterai handphone akan menurun karena digunakan untuk berkomunikasi. Untuk itu, kehadiran sumber daya listrik ini sangat berharga. Para penumpang juga membawa gadget lain seperti pemutar audio, PDA, laptop, GPS, dll. Dengan tersedianya sumber listrik, mereka dapat membunuh waktu perjalanan yang berjam-jam dengan peralatan elektronik mereka.

Demikian pendapat saya tentang pelayanan kereta api. Hal ini saya sampaikan bukan untuk menjelek-jelekkan PT KAI, melainkan sebagai bagian dari alat kontrol supaya PT KAI semakin meningkatkan pelayanannya.

__________________

------------

Communicating good news in good ways

Rusdy's picture

Perusak Infrastruktur

Bung Wawan, ini sepertinya masalah global. Di negara maju pun kereta apinya suka ditimpuki batu sore dan malam hari. Kacanya yang tebal dan bagus pun suka dibaret-baret dari dalam.

Setahu saya, mayoritas perusak infrastruktur negara (dimanapun juga) adalah anak remaja sampai pemuda. Entah bosan, kebanyakan energi, atau kreativitas yang tak tersalurkan, ya biasanya jadi timpuk2an batu, ludah2in orang dari jembatan, tawuran, de es be.

Makanya, banyak pemerintah lokal yang muter otak supaya remaja-remaja ini preoccupied, kalo nggak, bisanya ngerusak. Dari skate park, gelanggang olah raga, de el el. Yang tak terjangkau, yah hiburannya paling timpuk2an batu :).

(ini komen nyambung nggak sih?)
 

Indonesia-saram's picture

Stop Kontak Listrik

Saya sepakat dengan Pak Pur. Terima kasih untuk PT KAI yang menyediakan stop kontak listrik. Dalam perjalanan kemarin malam, saya sangat bersyukur karena stop kontak listrik persis di sebelah saya membuat saya tidak lagi khawatir baterai ponsel habis. Biasanya dalam perjalanan jauh, saya suka memilih menu offline agar dapat menikmati MP3. Namun, kali ini tidak perlu khawatir lagi.

Tapi, masa beli indomi rebus saja dipatok ceban sih? Ini namanya rampok dong?

__________________

_____________________________________________________________
Peduli masalah bahasa? Silakan bertandang ke Corat-Coret Bahasa saya.

bennylin's picture

Mahal

Loh, bukannnya yang membuat mahal adalah keterampilan sang pelayan yang harus membawakan kuah panas di kendaraan yang bergoyang,hehehe

Kalau iklan Visa kira-kira begini:
Mie rebus - Rp. 1,250
Telur dan sayuran [klo pake telur] - Rp. 2,250
Kuah panas tidak tumpah ke kepala orang di  atas kereta yang bergoyang - Priceless

Purnawan Kristanto's picture

Kereta eksekutif itu stabil.

Kereta eksekutif itu stabil. Tidak ada goyangannya. Barangkali yang kau tumpangi kereta lain :)

__________________

------------

Communicating good news in good ways

Purnawan Kristanto's picture

Info Tambahan

Seorang User Kompasiana dengan nickname
Rio Handoko menambahkan informasi soal makanan di kereta:
"Untuk masalah makanan PT.KAI tidak mencampuri. Pengelola makanan di atas kereta adalah PT. RESKA (RESTORAN KA) . Untuk masalah penghapusan telah dilakukan banyak pertimbangan. Mulai dari makanan yg kurang bervariasi dan rasa yg kurang enak, makanan sudah dingin serta hal-hal lainnya. Oleh sebab itu tuslah dihapuskan dan harga tiket di turunkan sesuai dengan proporsi tuslah. Contoh : jika kita memiliki selera kuliner yg baik saya sarankan untuk membeli makan di stasiun pemberangkatan. Jika kita nonton di biskop 21 atau blitz megaplex harga makanan tidak murah (hanya perbandingan).
Saya Mahasiswa yang mengamati PT.KAI pasca UU No 23 tahun 2007"

__________________

------------

Communicating good news in good ways