YLSA SABDA.org Blog SABDA SABDA Katalog

Opini

y-control's picture

I Want My SS Back! (Bagian 4 - Tanggapan)

Bayangkan jika semua orang menjadi bisu. Maka, mau tidak mau kita akan berkomunikasi dengan tulisan. Bayangkan jika Anda tiba-tiba harus dikirim untuk tinggal di negara Russia, maka saya yakin setidak-tidaknya dalam beberapa tahun Anda akan lebih mahir berbahasa Russia daripada mahasiswa sastra Russia Unpad misalnya. Menulis memang tergantung niat.

y-control's picture

I Want My SS Back! (Bagian 3 - Blak-blakan)

Menghargai beda pendapat. Menghargai perbedaan. Dua sikap yang bagus. Tapi, kalau perbedaan itu dipakai untuk dibentur-benturkan, maka bagi saya tidak perlu lagi ada penghargaan bagi yang melakukannya. Saya oke saja jika ada orang lain yang berbeda dengan saya, kecuali jika perbedaan antara saya dan dia adalah bahwa saya menghargai dan dia membenci perbedaan itu. Memang paradoks.

y-control's picture

I Want My SS Back! (Bagian 2)

Gajah bertarung, pelanduk mati di tengah-tengahnya. Demikianlah kata pepatah. Bukan rahasia lagi kalau di Komunitas Blogger Kristen, Sabdaspace ini, ada beberapa blogger yang lebih didengarkan daripada yang lainnya. Satu hal yang menurut saya pasti terjadi di komunitas manapun, se-egaliter apapun sifat komunitas tersebut. Sejujurnya, hal ini sempat membuat saya tidak suka.

y-control's picture

I Want My SS Back! (Bagian 1)

 Cacing diinjak aja ngelawan, apalagi manusia. Entah itu 'menginjak' dengan sengaja atau tidak, jangan merasa tidak bersalah kalo ada (bahkan banyak) yang dirugikan akibat ulah Anda berjalan sembarangan. Sebenarnya itu adalah pengetahuan sangat mendasar tentang hidup bermasyarakat. Apapun yang Anda lakukan pasti ada dampaknya bagi yang lain. Ini bukan butterfly effect atau semacamnya.

y-control's picture

Profesor yang Membakar Buku

Kata Demi Kata Mengantarkan fantasi, Habis Sudah
Bait Demi Bait Pemicu Anestesi, Hangus Sudah
- Efek Rumah Kaca - Jangan Bakar Buku
 
"Where they have burned books,
they will end in burning human beings."
Heinrich Heine

YANG TERSISA DARI INDONESIAN IDOL 3

Siapa yang nggak pernah nonton Indonesian Idol 3 (hayo tunjuk jari?)

Purnawan Kristanto's picture

NONPROLETISI

bantuan

 

Beberapa hari setelah gempa bumi mengguncang Jawa Tengah [27 Mei 2006] beredar SMS di kalangan orang Kristen. Kira-kira bunyinya begini: “Benteng Yeriko telah runtuh. Ini saatnya kita mengabarkan keselamatan di lokasi bencana.” SMS ini bukan rumor, karena setelah itu saya menyaksikan aksi-aksi sekelompok orang Kristen yang menyebalkan dan justru mengganggu pekerjaan kemanusiaan. Bagaimana tidak, mereka diam-diam menyelipkan lembar-lembar traktat pada paket-paket bantuan yang akan disalurkan kepada korban gempa bumi. Kami sempat menemukan lembaran-lembaran seperti ini di lokasi bencana. Tindakan seperti ini ternyata melanggar prinsip “nonproletisi.”

Saya yakin banyak orang yang belum memahami kata “nonproletisi”. 

Purnawan Kristanto's picture

Menyaksikan "Eksekusi" di Televisi

 

Menyaksikan siaran langsung televisi perihal penangkapan buronan di Temanggung kemarin seperti menyaksikan eksekusi mati. Seseorang yang telah terpojok di kamar mandi diberondong ratusan timah panas dari segala penjuru dan dihempas oleh dua ledakan bom. Akhirnya terkapar tak berdaya.
Sudah lama bangsa Indonesia tak mempertontonkan pelaksanaan hukuman mati di depan umum. Eksekusi selalu dilakukan dengan diam-diam dan sangat tertutup. Pihak berwajib hanya mengizinkan kalangan terbatas yang bisa menyaksikannya. Misalnya rohaniwan dan petugas medis. Bahkan keluarga terpidana juga tidak disertakan. Jika pihak media mengendus, maka aparat akan melakukan strategi pengecohan demi kerahasiaan eksekusi.
 
Hukuman Gantung
 
Ini berbeda dengan zaman kolonial Belanda. Penguasa kadang-kadang melaksanakan hukuman mati justru di ruang publik, seperti di alun-alun, supaya dapat disaksikan orang banyak. Tujuannya tentu menimbulkan efek psikologis pada masyarakat supaya mereka takut melakukan perbuatan yang sama dengan si terhukum.
Purnawan Kristanto's picture

Siaran Langsung Penggerebekan di Temanggung:Jurnalisme atau Reality Show?

 

Courtesy: Kompas
 
Peristiwa penggrebekan sebuah rumah di Temanggung, yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris, telah menjadi sebuah tayangan televisi yang dramatis. Sejak pukul 10 malam, dua stasiun berita telah menempatkan mobil produksi mereka dan membuat siarang langsung lewat satelit. 
Pada mulanya tayangan visualnya tidak begitu menarik karena lokasi kejadian sangat minim cahaya. Polisi sengaja memadamkan listrik di rumah yang menjadi sasaran serangan. Penerangan hanya didapatkan dari lampu empat mobil yang diarahkan pada rumah tersebut. Sementara itu, karena alasan keamanan, para jurnalis hanya dapat mengambil gambar dari jarak yang tidak ideal. Maka gambar yang dihasilkan hanya dua buah titik cahaya di tengah-tengah kegelapan. Karena tidak berhasil menangkap gambar yang menarik, maka reporter TV hanya mengulang suara-suara tembakan yang terekam oleh mike kamera. Sesekali, mereka menampilkan suasana warga masyarakat yang mulai berjubel untuk menyaksikan tontonan yang langka ini. Ini pun dengan kualitas gambar yang mengecewakan karena sering “out of focus”.
Bayu Probo's picture

Para Calon Presiden Tidak Pernah Merasakan Miskin

Para Pelaga Capres 2009

Dari tiga orang yang menjadi calon Presiden Indonesia pada pemilu 2009, tidak satu pun yang pernah jadi orang miskin.

Anak El-Shadday's picture

Salahkah jika saya berbahasa roh??

Aku kenal Yesus sudah sejak kecil, kenal dalam artian; tau kalo ada Tuhannya orang katolik dan kristen yang jenggotan dan suka pake jubah yang fotonya dipampang di rumah kakekku.

king heart's picture

Sabda Space Mania

 

Situs jejaring pertemanan sedang sangat digemari di seluruh belahan dunia ini baik kalangan muda, tua, laki, perempuan, orang biasa, eksekutif perusahan, orang parpol dan sebagainya. Di mulai dari ketenaran Frienster yang kemudian dilanjutkan oleh Facebook yang demikian membahana. Suka tidak suka bersosialisasi lewat situs jejaring pertemanan ( sosial ) ini sudah menjadi semacam gaya hidup ( life style ) baru bagi kebanyakan orang.
Anak El-Shadday's picture

Mulutmu Harimau-mu

2 bulan lalu aku deal pengadaan buku dengan salah seorang temen. Ga banyak sebenarnya cuman 11 buah buku. Tapi nilai nominalnya cukup lumayan karena itu adalah buku teks yang agak tebel-tebel. Pada tahap awal aku menyerahkan uang pembayaran sekitar 80% dan dari pihak temenku tadi menyerahkan 9 eksemplar buku.

Anak El-Shadday's picture

Alamat E-mail

Bulan februari aku mencoba melamar pekerjaan di salah satu PTS. Sebenarnya atas dorongan beberapa temen aku masukin lamaran aku. Setelah tes tetek bengek, tibalah saatnya wawancara ama Dekan dan kepala jurusan.

Bayu Probo's picture

Golput atau bingung?

Menanggapi tulisan Jesus Freak di
http://www.sabdaspace.org/ngaku_turunkan_bbm
dan menanggapi para penanggap tulisan Jesus Freak tersebut, saya tertarik untuk menampilkan cuplikan tulisan Toriq Hadad, wartawan Tempo, di rubrik Cari Angin koran Tempo Minggu 25 Januari 2009.

Purnawan Kristanto's picture

SOS BOPKRI

Selama dua dekade terakhir, sekolah-sekolah yang dinaungi oleh Yayasan Bopkri menurun jumlahnya secara signifikan. Di Gunungkidul, saya mencatat ada beberapa sekolah BOPKRI yang gulung tikar karena kekurangan murid.
1. SPG BOPKRI Ponjong

abraham sitinjak's picture

Jemaat: Jangan "Gagap Teologi"

JEMAAT: JANGAN “GAGAP TEOLOGI

Judul di atas bukan sebuah peringatan sensasional yang terlalu dibuat-buat. Faktanya berada tak jauh dari sekeliling kita. Bahkan dahulu Rasul Paulus sempat kecewa menghadapinya. Fakta-fakta tersebut teraplikasi dalam kehidupan jemaat dewasa ini, di mana mereka nampak sangat rentan dan kurang bergairah memenuhi tuntutan imannya. Terhadap fenomena itu maka tulisan ini mengajak kita mengamatinya dari dekat.

Fenomena ayat-ayat cinta

Fenomena ayat-ayat cinta di Indonesia sungguh mengejutkan...

Berbondong-bondong orang datang untuk menyaksikan film religi ini..bahkan pada salah satu tayangan di televisi saat mempromosikan film nya,seorang artis kristen pun ikut nimbrung disana....

Sedangkan waktu Passio of The Christ sedang heboh-hebohnya...

susanto's picture

UMAT KRISTEN DAN LINGKUNGAN


Saat ini perhatian masyarakat kita kembali mengarah kepada masalah lumpur Porong, Siduarjo. Kebocoran tanggul pada titik 42 yang sulit tertanggulangi memaksa Badan Pelaksana Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BPLS) kembali membuat kolam penampungan seluas 60 hektar. Ini artinya kolam penampungan terus meluas. Menurut data harian Kompas sampai akhir Juni 2007 luas endapan lumpur sudah mencapai 575 hektar, setara dengan 575 buah lapangan sepak bola (Jumat, 19 Oktober 2007). Banyak pihak telah mengalami kerugian akibat aliran lumpur yang tidak kunjung-kunjung berhenti.